Hari ini merupakan hari penting bagi perjalanan kehidupan saya. Usia
bertambah alias jatah hidup berkurang. Menapai usia 22 tahun yang
berarti usia yang masih muda. Lalu apa makna dari usiamu. Apa yang sudah
diperbuat? Apa yang akan dilakukan dengan bertambahnya usia seperti
sekarang ini? Apa yang harus ditingkatkan lagi dengan genapnya usia
saya sekarang ini? Di berbagai tulisan saya sering katakan bahwa
parameter panjang usia atau umur bukanlah pada lama atau sebentarnya
hidup di dunia ini. Melainkan apa yang sudah dicapai, apa yang sudah
dihasilkan selama hidup di dunia. Apa yang sudah dikerjakan? Apa yang
sudah didarmabaktikan? Apa yang diwariskan bagi orang yang datang
berikutnya? Artinya semakin banyak karya yang dihasilkan berarti
semakin panjang usia seseorang. Jadi ukurannya adalah pencapaian yang
dihasilkan. Amal saleh yang sudah dieprbuat. Karya nyata yang dapat
dirasakan manfaatnya bagi orang lain. Kerja nyata yang dapat dirasakan
oleh orang banyak. Usia panjang adalah tergantung pada apa yang
dihasilkan. Jadi meskipun umur seseorang dalam bilangan angka sedikit,
tetapi jika apa yang dihasilkan melimpah maka itulah hakikat dari umur
panjang. Iskandar Yang Agung meskipun kalau dilihat dari sisi usia
pendek, tetapi dari sisi apa yang ditinggalkan sangat banyak, berarti
dialah salah satu contoh orang yang berusia panjang.
Sebab pada masa sekarang ini, yang menjadi fokus sudah pada apa
yang diperoleh dari tumpukan materi. Bukan pada perhatian pada apa
yang akan saya kumpulkan dari kekayaan material. Melainkan mesin apa
yang dapat ditinggalkan untuk terus-menerus memproduksi hal-hal yang
dapat menghasilkan karya. Dalam bahasa agama adalah apa yang akan
ditinggalkan dari pabrik yang memproduksi amal jariah. Apa yang harus
dipersiapkan untuk mengumpulkan peyebab mengalirnya doa-doa yang
berkelanjutan kelak. Yang sekarang harus pikirkan adalah peninggalan
yang berdampak pada keberlanjutan apa yang ditinggalkan. Yang
sekarang dimiliki sudah lebih dari cukup, tinggal bagaimana agar
menjadi pelestari ingatan yang dapat menolong ketika sudah tidak lagi
di dunia ini. Yang sekarang dipikirkan dan diusahakan adalah bekal
untuk mengarungi kehidupan selanjutnya. Masa sekarang adalah bukan lagi
masa perjuangan untuk hidup, melainkan perjuangan untuk membangun
kehidupan abadi. Masa sekarang dan selanjutnya adalah masa harus
memegang kesadaran dengan ketat akan kehidupan setelah hidup ini. Masa
sekarang adalah masa di mana ayah harus selalu menjaga asa, untuk
kehidupan akhirat yang lebih baik. Masa sekarang ini adalah bukanlah
masa di mana saya mengumpulkan dosa dan kegelapan yang berakibat pada
tanggungjawab yang tak terjawabkan kelak. Hari ini, harus dijadikan
sebagai kesadaran yang berkelanjutan. Hari ini harus menjadi langkah
untuk tetap menjaga diri dari kekeruhan demi kekeruhan. Untuk
kepentingan dunia ini ayah katakan cukup. Untuk sekedar menapaki hidup
di dunia ini sudah cukup. Untuk mengejar jabatan di hadapan manusia
apalagi, lebih dari cukup. Sedangkan apa yang sekarang ini adalah
harus dijadikan sarana untuk memudahkan diri dalam membangun jalan
menuju perjalanan akhir ayah. Sisa hidup ini harus selalu dalam kondisi
kesadaran penuh bahwa perjalanan ini adalah dalam rangka menapaki
perjalanan yang bukan lagi kepentingan perjalanan kehidupan ini.
(refleksi dari bertambahnya usia sendiri).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar