ANDY FAUZAN AKBAR MyMuse - Kevin Kurniawan Mariz: Makna Dibalik Usiaku

Jumat, 03 Maret 2017

Makna Dibalik Usiaku

Hari ini merupakan  hari penting bagi perjalanan kehidupan saya. Usia bertambah alias jatah hidup berkurang. Menapai usia 22 tahun yang  berarti usia yang  masih muda. Lalu apa makna dari usiamu. Apa yang  sudah diperbuat? Apa yang  akan dilakukan dengan  bertambahnya usia seperti  sekarang ini? Apa yang  harus ditingkatkan lagi dengan  genapnya usia saya sekarang ini? Di berbagai tulisan saya sering katakan bahwa  parameter panjang usia atau umur bukanlah pada lama atau sebentarnya hidup di dunia ini. Melainkan apa yang  sudah dicapai, apa yang  sudah dihasilkan selama hidup di dunia. Apa yang  sudah dikerjakan? Apa yang  sudah didarmabaktikan? Apa yang  diwariskan bagi orang yang  datang berikutnya? Artinya semakin banyak karya yang  dihasilkan berarti semakin panjang usia seseorang. Jadi ukurannya adalah  pencapaian yang  dihasilkan. Amal saleh yang  sudah dieprbuat. Karya nyata yang  dapat dirasakan manfaatnya bagi orang lain. Kerja nyata yang  dapat dirasakan oleh orang banyak. Usia panjang adalah  tergantung pada apa yang  dihasilkan. Jadi meskipun umur seseorang dalam bilangan angka sedikit, tetapi  jika apa yang  dihasilkan melimpah maka itulah hakikat dari umur panjang. Iskandar Yang  Agung meskipun kalau dilihat dari sisi usia pendek, tetapi  dari sisi apa yang  ditinggalkan sangat banyak, berarti dialah salah satu contoh orang  yang  berusia panjang.

Sebab pada masa sekarang ini, yang  menjadi  fokus sudah pada apa yang  diperoleh dari tumpukan materi. Bukan pada perhatian pada apa yang  akan saya kumpulkan dari kekayaan material. Melainkan mesin apa yang  dapat ditinggalkan untuk terus-menerus memproduksi hal-hal yang  dapat menghasilkan karya. Dalam  bahasa agama adalah  apa yang  akan ditinggalkan dari pabrik yang  memproduksi amal jariah. Apa yang  harus dipersiapkan untuk mengumpulkan peyebab mengalirnya doa-doa yang  berkelanjutan kelak. Yang  sekarang harus pikirkan adalah  peninggalan yang  berdampak pada keberlanjutan apa yang  ditinggalkan. Yang  sekarang dimiliki sudah lebih dari cukup, tinggal bagaimana agar menjadi  pelestari ingatan yang  dapat menolong ketika sudah tidak  lagi di dunia ini. Yang  sekarang dipikirkan dan diusahakan adalah  bekal untuk mengarungi kehidupan selanjutnya. Masa sekarang adalah  bukan lagi masa perjuangan untuk hidup, melainkan perjuangan untuk membangun kehidupan abadi. Masa sekarang dan selanjutnya adalah  masa harus memegang kesadaran dengan  ketat akan kehidupan setelah  hidup ini. Masa sekarang adalah  masa di mana ayah harus selalu menjaga asa, untuk kehidupan akhirat yang  lebih baik. Masa sekarang ini adalah  bukanlah masa di mana saya mengumpulkan dosa dan kegelapan yang  berakibat pada tanggungjawab yang  tak terjawabkan kelak. Hari ini, harus dijadikan sebagai kesadaran yang  berkelanjutan. Hari ini harus menjadi  langkah untuk tetap menjaga diri dari kekeruhan demi kekeruhan. Untuk kepentingan dunia ini ayah katakan cukup. Untuk sekedar menapaki hidup di dunia ini sudah cukup. Untuk mengejar jabatan di hadapan manusia  apalagi, lebih dari cukup. Sedangkan apa yang  sekarang ini adalah  harus dijadikan sarana untuk memudahkan diri dalam  membangun jalan menuju perjalanan akhir ayah. Sisa hidup ini harus selalu dalam  kondisi kesadaran penuh bahwa  perjalanan ini adalah  dalam  rangka menapaki perjalanan yang  bukan lagi kepentingan perjalanan kehidupan ini. (refleksi dari bertambahnya usia sendiri).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar